Peterongan, 5 September 2026 — SMA Darul Ulum 1 Unggulan Peterongan menerima kegiatan sosialisasi mengenai bank sampah dan pengelolaan sampah yang disampaikan oleh alumni FK82 UGM. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan siswa kelas X dengan jumlah sekitar 180–190 siswa.
Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan pemaparan mengenai kondisi persampahan di lingkungan Darul Ulum berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil observasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan tepat.
Sosialisasi tidak hanya membahas permasalahan sampah, tetapi juga mengenalkan jenis-jenis sampah beserta cara pengelolaannya. Siswa diperkenalkan dengan tiga kategori utama, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.
Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai, seperti sisa makanan dan daun, yang dapat diolah menjadi kompos. Sampah anorganik seperti plastik, kardus, kaleng, dan kaca dapat dipilah, digunakan kembali, didaur ulang, atau disetorkan ke bank sampah. Sementara sampah residu merupakan sampah yang sulit dimanfaatkan atau didaur ulang, seperti tisu dan popok sekali pakai, sehingga perlu dipisahkan dan dikelola dengan tepat.
Selain mengenalkan jenis sampah, pemateri juga menjelaskan tahapan pengelolaan sampah, mulai dari mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, menggunakan kembali barang yang masih layak, mendaur ulang, hingga mengolah sampah organik. Para siswa juga diperkenalkan dengan konsep bank sampah sebagai salah satu upaya mengelola sampah anorganik agar memiliki nilai manfaat dan ekonomi.
Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan dapat memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan mulai dari lingkungan sekolah hingga kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah secara bijak.

